Langkah - Langkah Budidaya Ikan Lele
1. Perhatikan Syarat Hidup Ikan Lele
![]() |
| sumber : jualbibitlele.wordpress.com |
Ikan lele merupakan jenis ikan yang mudah
dipelihara. Kondisi air seperti apapun dapat dijadikan media pembesaran ikan lele.
Bukan berarti Anda mengabaikan kualitas airnya. Justru, semakin baik kualitas
air maka semakin baik pula pertumbuhan ikan lele.
·
Suhu
Menurut Debby Ratnasari (2011), ikan lele dapat hidup pada suhu 26-32oC. Jika
suhunya terlalu rendah, maka akan mengganggu proses pencernaan makanan pada
ikan lele. Sebaliknya, apabila suhunya tinggi (hangat), pencernaan makanan pada
ikan lele akan berlangsung cepat.
·
Lokasi
Soal syarat lokasi budidaya, tidak ada ketentuan khusus. Ikan lele dapat hidup
di segala tempat, termasuk yang berada di ketinggian 1000 mdpl. Hal yang harus
Anda perhatikan benar-benar selain suhu, yaitu pH. Kondisi tempat harus berada
dalam kisaran pH 7-8.
2. Membuat Kolam Untuk Pembesaran
sumber : infoikan.com
Kolam untuk pembesaran ikan lele tidak
serumit dan seluas kolam pembenihan. Anda cukup menyiapkan kolam 5×2 meter
untuk menampung kurang lebih 1000 ekor benih ikan lele. Jika ukuran kolam lebih
dari itu, hitung saja menggunakan syarat minimal daya tampung per-meter kolam.
Setiap per-meter persegi kolam pembesaran dapat menampung kurang
lebih 100 ekor benih ikan lele.
Jadi, kalau ukuran kolam yang Anda buat adalah 7×4 meter,
berarti bisa menampung sekitar 2000 ekor ikan lele. Sebaiknya, jangan terlalu
padat karena akan mudah terserang penyakit.
Kolam yang digunakan dalam pembesaran ikan lele banyak jenisnya,
yaitu kolam terpal, kolam semen dan kolam tanah. Dari ketiga bahan pembuat
kolam tersebut, jenis kolam terpal merupakan yang paling murah.
Di samping itu, kolam terpal mudah dalam pembuatannya, praktis
dan produktivitas ikan lele tetap tinggi. Dilihat sepintas, kolam tanah mungkin
lebih murah karena bisa mengurangi biaya pakan ikan lele. Namun, bahaya hama
dan penyakit jauh lebih rentan di kolam tanah sehingga hasilnya tidak optimal.
Lalu, bagaimana cara membuat kolam terpal yang baik?
- Pertama, Anda harus menyiapkan terpal khusus untuk
budidaya lele. Harga terpal di pasaran sekarang sekitar Rp9000 per-meter.
Jika Anda ingin membuat kolam ukuran 10×5 meter, berarti hanya
mengeluarkan biaya Rp.450.000.
- Langkah kedua, dasar kolam sesuai ukuran kolam yang
diinginkan. Untuk para pemula, sebaiknya menggunakan ukuran kolam 5×2
meter supaya ketika mengalami kegagalan tidak mengalami kerugian besar.
- Ada dua jenis dasar kolam yang bisa Anda pilih,
yaitu dasar kolam dengan menggali tanah dan di permukaan tanah. Sebaiknya,
Anda memakai dasar kolam dengan menggali tanah agar tidak mengalami
kesulitan ketika pemberian pakan.
- Galilah tanah sedalam 70 cm sampai dengan 1 meter.
Lalu, letakan tanah hasil galian di bibir kolam sebagai tanggul setinggi
30-50 cm agar kolam tidak mudah jebol.
- Selanjutnya, buatlah beberapa reng dari bambu (seperti pagar) yang disusun di atas tanggul kolam setinggi kurang lebih 35 cm. Untuk bagian sudut kolam, gunakan potongan bambu utuh (jangan dibelah). Jadi, tinggi kolam nantinya sekitar 125-130 cm.
3. Memilih Benih yang Berkualitas
Benih ikan lele
untuk pembesaran berbeda dengan pembenihan. Anda harus pilih benih ikan lele
untuk pembesaran yang ukurannnya 5-7 cm. Upayakan ukurannya seragam. Misalnya,
Anda memilih benih berukuran 6 cm, berarti semua benih ikan lele ukurannya
harus sama.
Kemudian, perhatikan ciri-ciri benih ikan lele yang berkualitas
berikut :
- Ikan lele berkualitas mempunyai tubuh yang
seimbang, antara kepala dan badannya. Selain itu, benih ikan lele harus
bebas dari cacat, tubuh mengkilap, gerakannya lincah dan sungut berseri
(tidak pucat).
- Amati pula tingkah laku benih ikan lele. Ikan lele berkualitas tidak akan menggantung atau berdiri ketika di dalam air. Keaktifan ikan lele juga turut mempengaruhi kualitasnya.
4. Persiapan Sebelum Menebar Benih di Kolam
Kalau Anda sudah selesai membuat kolam, langkah
berikutnya yakni mempersiapkan kondisi kolam sehingga siap menampung benih ikan
lele. Ada dua tahapan yang harus Anda lakukan, yaitu mengisi air di kolam dan
melakukan pemupukan.
Langkah pertama, kolam diisi dengan air bersih dan bebas cemaran
limbah apapun. Isilah kolam hingga ketinggian kurang lebih 60 cm.
Langkah kedua, siapkan pupuk kandang yang berasal dari kotoran kambing atau domba. Masukan pupuk kandang tersebut ke dalam karung dengan ukuran 1-1,5 kg/m2. Jika kolam ikan lele yang Anda buat berukuran 5×2 meter, berarti Anda bisa pakai pupuk sekitar 10-15 kg.
![]() |
| sumber : daunijo.com |
Selanjutnya, isi karung tersebut dibagi menjadi dua sama berat. Jadi, dalam satu kolam ada dua karung pupuk kandang. Masukan pupuk kandang tersebut (jangan dikeluarkan dari karungnya) ke dalam kolam. Anda boleh meletakannya di pinggir atau di tengah, yang penting posisi karung itu nantinya mengambang dan bergerak bebas.
Setelah seminggu, angkatlah kedua karung berisi pupuk tersebut.
Namun, sebelum diangkat, celupkan karung berulang ke dalam kolam supaya
kandungan dalam pupuk terserap total oleh air. Anda bisa menebarkan benih ikan
lele saat karung sudah diangkat total.
5. Bagaimana Cara Menebar Benih Lele?
![]() |
| sumber : mancingikan.net |
Penebaran benih ikan
lele baik dilakukan pada saat pagi atau sore hari supaya terhindar dari terik
matahari. Mengapa tidak boleh ditebar pada siang hari? Karena saat itu, kondisi
air sedang sangat panas sehingga berpotensi mengakibatkan kematian benih ikan
lele karena stress.
Sebelum menebarkan benih ikan lele ke kolam, letakanlah benih tersebut di dalam wadah dari bahan plastik. Lalu, tebarkan benih dengan cara memiringkan wadahnya dan mengeluarkan sedikit demi sedikit benih ikan lele.
6. Poin Penting Dalam Pemeliharaan
![]() |
| sumber : jatimprov.go.id |
- Benih ikan lele kini sudah
ditebar di kolam. Saatnya menjalankan proses pemeliharaan. Ada dua poin
penting yang harus Anda perhatikan dalam pemeliharaan, yakni pengelolaan
air dan pemberian pakan.
- Air yang digunakan di dalam kolam lele, tidak
disarankan untuk diganti sebelum masa panen. Kondisi air pun harus tenang
dan tergenang. Hindari melakukan pengurasan air dengan cara sirkulasi
karena berpotensi mengurangi kestabilan pH kolam.
- Anda boleh melakukan penambahan air
setelah benih dimasukan dan diberikan pakan pertama kali (kalau pellet,
jenis L1). Lakukan secara bertahap setinggi 20-30 cm setiap pergantian
pakan jenis tertentu hingga akhirnya mencapai 120 cm yang dipakai sampai
masa panen.
- Poin kedua yang harus Anda perhatikan adalah
pemberian pakan. Ada banyak jenis pakan yang bisa Anda berikan, misalnya
pellet, keong mas, plankton, cacing dan lain-lain. Apapun jenis pakannya,
yang paling penting adalah teknik dan waktu pemberiannya.
- Pakan diberikan sebanyak 5-6 kali sehari. Jarak
pemberian pakan sekitar 2-3 jam. Sebaiknya, berikan pakan ketika matahari
sudah terbit supaya polusi yang mencemari daerah sekitar kolam dapat
hilang terlebih dahulu terpapar sinar matahari.
- Jika pada jadwal pemberian pakan ternyata turun hujan, sebaiknya jangan menebarkan pakan. Pemberian pakan saat hujan berpotensi pencemaran zat asam pada pakan yang diberikan. Pakan yang tercemar akan mengganggu kesehatan ikan lele. Jadi, tunggulah hingga hujan reda kalau ingin memberikan pakan.
7. Waktunya Panen Ikan Lele
![]() |
| sumber : pertainian.go.id |
Budidaya pembesaran
ikan lele hanya memerlukan waktu 2-3 bulan untuk panen. Saat waktu panen tiba,
takaran ikan lele 1 kg sudah berjumlah 7-8 ekor. Gunakanlah peralatan memanen
yang berbahan licin dan halus agar tidak menimbulkan lecet pada ikan lele.
Cara memanennya, yaitu dengan menyurutkan air kolam terlebih
dahulu. Kemudian, gunakan serokan untuk menangkap ikan lele dan masukan dalam wadah
berbahan plastik. Anda juga bisa memakai jaring kalau air kolam masih cukup
banyak.
Sumber : https://erakini.com/budidaya-ikan-lele/







Tugas Komputer dan Masyarakat
BalasHapusNama : Muhammad Rifki
NIM : 191011401905
Kelas : 02TPLP017